Nike Brand Activation (Part 1)

Perjalanan Selanjutnya

Butuh waktu untuk Knight dan Bowerman dalam mengenalkan merk baru mereka, Nike, ke pasar Amerika. Strategi bisnis mereka belum berubah: mencari di mana distributor murah berada, kemudian membeli produknya, dan menjualnya lebih mahal di Amerika. Hal ini yang memicu Nike, hingga hari ini lebih banyak memiliki pabrik di negara-negara seperti Cina, Vietnam, Indonesia, di mana biaya produksi lebih murah dibandingkan di Amerika atau Eropa.

Mengetahui strategi bisnis mereka seperti tadi, di awal tahun 80-an, publik Amerika protes atas kondisi ini. Mereka mempertanyakan kenapa Nike tak dibuat di negara mereka sendiri. Kemudian ini menjadi isu yang sangat besar bahkan hingga menciptakan pemboikotan.

Hingga kemudian hal ini berubah saat Nike di tahun 1985 menunjuk Michael Jordan (MJ) menjadi ikon produk mereka. Sepatu ‘Air Jordan’ dengan cepat meraih perhatian publik Amerika kala itu. Kemampuan dan penampilan MJ sebagai seorang pebasket di lapangan tak bisa dipungkiri adalah faktor pemikat utama publik Amerika dalam memilih Nike sebagai merk apparel mereka. Kesuksesan ini memicu Nike untuk terus menggandeng atlet olahraga ternama sebagai ikon produk mereka.

Tapi apakah ini adalah satu-satunya cara Nike dalam meraih popularitas?

Sebelum saya menjawab, mari kita lihat data-data di bawah ini terlebih dahulu:

Secara pribadi, Saya lebih mengenal produk apparel Nike selain untuk sepakbola ketimbang Adidas. Misal: Saya tahu bila Nike juga punya produk apparel untuk golf -thanks to Tiger Woods. Saya juga tahu Nike memiliki produk untuk bola basket, jogging, dan masih banyak lagi. Adidas? Errr… Sepatu dengan lambang 3 strip ini untuk tendangan bebas lebih melengkung saja bukan?

Mungkin sebagian besar dari Anda juga memiliki impresi yang sama. Lalu apa yang Nike lakukan sehingga Saya dan beberapa dari Anda berpikir demikian? Apa yang membuat mereka sehingga menjadi produk apparel nomor 1 dan paling dikenal diseluruh dunia?

Saya akan coba menjawabnya dari sudut pandang marketing communication. Walau ada hal-hal lain yang juga turut berperan, misalnya distribusi, biaya produksi, biaya material, dan lain lain. Tapi saya takkan menyentuh hal tersebut sama sekali. 

Related Posts
Mengelola Komunitas Suporter
Sebuah catatan ringan betapa pentingnya kelompok suporter bagi sebuah klub dari segi marketing.Bagi penggemar otomotif, khususnya kendaraan beroda dua, kegiatan touring atau berkendara bersama-sama teman ke sebuah tempat yang belum ...
READ MORE
Tendang Politisi Dari Sepakbola Indonesia
Tulisan ini adalah pandangan pribadi penulis tentang kondisi sepakbola Indonesia. Di suatu siang usai jam sekolah, di era Orde baru,  Saya dan beberapa teman SD Saya melihat rombongan pendukung salah satu ...
READ MORE
Sepakbola Dan Jatuh Cinta
Seiring dengan berakhirnya perhelatan liga-liga di Eropa, mari kita tinggalkan sejenak lapangan hijau dan melihat sepakbola dalam bentuk yang lebih luas, cinta. Penulis-penulis roman sering berkata: Kita tidak bisa memilih kepada ...
READ MORE
Jawaban apa yang akan anda berikan bila ditanya fungsi dari sebuah stadion sepakbola? Kita semua pasti sepakat bila disebut stadion adalah tempat menyaksikan sebuah pertandingan sepakbola. Tapi tahukah anda bahwa ...
READ MORE
Sepakbola Ini Tak Masuk Akal
Ditulis oleh Adri Zainuddin.Sepakbola, permainan yang dimainkan oleh 22 orang pemain di dalam 1 lapangan. Tambah 1 orang wasit yang dibantu 2 hakim garis. Semua mengejar 1 bola yang sama. ...
READ MORE
Nike Brand Activation (Part 2)
Ini adalah bagian kedua dari tulisan sebelumnya yang berjudul Nike Brand Activation (Part 1). Kampanye ‘Scorpion KO’ adalah salah satu dari Integrated Marketing Communicaitons (IMC) Nike yang melibatkan konsumen berinteraksi di dalamnya. ...
READ MORE
Benarkah Konsumen Adalah Raja?
Beberapa hari yang lalu kami menghadiri sebuah seminar pemasaran bertajuk “Service With A Heart”. Tampil sebagai pembicara adalah Bapak Alex Mulya, praktisi marketing; dan Ibu Noni S.A. Purnomo, Vice President Business Development ...
READ MORE
Naturalisasi, Benarkah Yang Terbaik?
2 orang pemuda blasteran Belanda-Indonesia, Diego Michiels dan Ruben Wuarbanaran, baru saja memperoleh kewarganegaraan Indonesia mereka setelah lulus dalam proses naturalisasi di kantor Kemenkumham beberapa hari yang lalu. Mereka berdua ...
READ MORE
Peran ‘The Game Theory Model’ Dalam Tendangan Penalti
Benarkah seorang kiper berada dalam kondisi tak berdaya saat tendangan penalti? Apa itu ‘The Game Theory’? Di bulan Mei 2010, seorang akademisi dari Universitas New York bernama Bruce Bueno de Mesquita meramalkan ...
READ MORE
Fabio Capello, Bukan Orang Italia Biasa
Tulisan tentang Fabio Capello diambil dari biografinya yang ditulis oleh seorang jurnalis Italia bernama Gabrielle Marcotti berjudul ‘Capello - The Man Behind England’s World Cup Dream’. Inggris, Negara Kedua Setelah Italia "I ...
READ MORE
Mengelola Komunitas Suporter
Tendang Politisi Dari Sepakbola Indonesia
Sepakbola Dan Jatuh Cinta
KEMANA HILANGNYA RASA AMAN ITU?
Sepakbola Ini Tak Masuk Akal
Nike Brand Activation (Part 2)
Benarkah Konsumen Adalah Raja?
Naturalisasi, Benarkah Yang Terbaik?
Peran ‘The Game Theory Model’ Dalam Tendangan Penalti
Fabio Capello, Bukan Orang Italia Biasa