Mengukur Kesuksesan Keberadaan Klub ISL di Media Sosial

social media

Di tulisan “Keberadaan 18 Klub ISL Musim 2012-2013 di Dunia Maya dan Media Sosial” tercatat klub Sriwijaya FC adalah klub dengan laman facebook resmi yang memiliki jumlah fans terbesar, yaitu 1.089.149 likes.

Pertanyaannya apakah dengan jumlah fans yang sudah mencapai angka 1 juta tadi bisa dijadikan patokan kesuksesan sebuah klub di media sosial? Atau ada parameter lain dalam mengukur kesuksesan sebuah akun di media sosial?

Untuk menjawabnya, saya coba mengusulkan 4 parameter yang bisa dijadikan indikator dalam menilai kesuksesan sebuah akun di media sosial. Dan keempat parameter ini dapat juga dijadikan tujuan yang harus dicapai di media sosial.

Keempat parameter tersebut adalah brand awareness (kepedulian merek), website traffic (lalu-lintas sebuah website), website visitor loyalty (seberapa lama dan sering pengunjung sebuah website datang dan pergi), dan conversion rates (prosentase konversi).  Namun kali ini saya hanya akan membahas 2 parameter saja, yaitu brand awareness dan website traffic, dengan alasan kedua parameter ini adalah yang paling dikenal banyak orang. 

Related Posts
Peran ‘The Game Theory Model’ Dalam Tendangan Penalti
Benarkah seorang kiper berada dalam kondisi tak berdaya saat tendangan penalti? Apa itu ‘The Game Theory’? Di bulan Mei 2010, seorang akademisi dari Universitas New York bernama Bruce Bueno de Mesquita meramalkan ...
READ MORE
Kabut Peperangan Yang Menutupi Old Trafford.
[image source: flickr/tcountryfan] Oksigen semakin menipis, dan bernafas pun, menjadi suatu hal yang sulit. Suara gemuruh memekakkan telinga. Genderang mulai ditabuh dan kabut peperangan semakin tebal. Semua yang berada di sana ...
READ MORE
SELAMAT TAHUN BARU 2012!Begitu isi pesan singkat yang kita semua terima beberapa hari terakhir ini. Berpuluh pesan singkat masuk ke ponsel-pintar ini dalam hitungan menit di malam pergantian tahun. Beragam ...
READ MORE
Selamat Tahun Baru 2014!
Tak terasa kita saat ini sudah berada di tahun yang baru, 2014. 365 hari telah bersama kita lewati di tahun 2013. Dan semoga kita semua mendapatkan pembelajaran dan bisa menjadi ...
READ MORE
Benarkah Konsumen Adalah Raja?
Beberapa hari yang lalu kami menghadiri sebuah seminar pemasaran bertajuk “Service With A Heart”. Tampil sebagai pembicara adalah Bapak Alex Mulya, praktisi marketing; dan Ibu Noni S.A. Purnomo, Vice President Business Development ...
READ MORE
Belanda vs Argentina, Piala Dunia 1974. [sumber: flickr]
Di era sepakbola modern ini, menurut saya ada 2 filosofi bermain yang cukup menonjol. Dan keduanya saling bertolak belakang. Yaitu filosofi yang dianut oleh Josep 'Pep' Guardiola (ball possession) dan ...
READ MORE
Nike Brand Activation (Part 1)
"IF YOU HAVE A BODY, YOU ARE AN ATHLETE" (Bila anda memiliki tubuh, maka anda adalah seorang atlet) Demikian Bill Bowerman, Nike co-founder, berkata. Kalimat ini berangkat dari observasi Bowerman - sebagai ...
READ MORE
Kisah Klub Yang Dibangun Dengan Persaudaraan, Bukan Dengan Uang
Akhir pekan lalu saya membaca kisah sebuah klub divisi 4 liga Rumania, ASF Fratia. Dikisahkan bahwa klub ini menerapkan persamaan dan menerima siapapun tanpa memperdulikan latar belakang, suku, agama, dan ...
READ MORE
Sepakbola Ini Tak Masuk Akal
Ditulis oleh Adri Zainuddin.Sepakbola, permainan yang dimainkan oleh 22 orang pemain di dalam 1 lapangan. Tambah 1 orang wasit yang dibantu 2 hakim garis. Semua mengejar 1 bola yang sama. ...
READ MORE
Catatan ringan tentang pemanfaatan kelompok suporter sebagai kendaraan politik di Indonesia.Dalam tulisan sebelumnya penulis sudah memaparkan betapa perlunya klub untuk mengelola kelompok suporter mereka. Karena kelompok suporter itu ibarat para ...
READ MORE
Peran ‘The Game Theory Model’ Dalam Tendangan Penalti
Kabut Peperangan Yang Menutupi Old Trafford.
Catatan Awal Tahun: 2011 Tahunnya Dualisme & Resolusi
Selamat Tahun Baru 2014!
Benarkah Konsumen Adalah Raja?
Total Football 1974: Off The Ball Pressing
Nike Brand Activation (Part 1)
Kisah Klub Yang Dibangun Dengan Persaudaraan, Bukan Dengan
Sepakbola Ini Tak Masuk Akal
Kelompok Suporter Sebagai Kendaraan Politik