Kisah Klub Yang Dibangun Dengan Persaudaraan, Bukan Dengan Uang

ASF Fratia di kasta kompetisi sepak bola Rumania memang bukanlah klub besar. Namun, mereka adalah satu-satunya dan klub pertama yang memiliki seorang manajer berkulit hitam. Aime Lema, 45 tahun, adalah pria kelahiran Kinshasha, Kongo yang datang ke Rumania di tahun 1991 sebagai seorang mahasiswa di Fakultas Industri Kimia di kota Bucharest.

“Awalnya saya dihadapi pada 2 pilihan. Belajar kedokteran atau petrokimia. Ayah saya anjurkan yang kedua. Dan kebetulan saat itu negara kelahiran saya membutuhkan insinyur di bidang itu.”

“Ada 3 negara yang memiliki universitas dengan fakultas industri kimia yang bagus, yaitu Irak, Swedia dan Rumania. Irak tak jadi opsi saya karena kala itu sedang terjadi perang teluk. Swedia menurut ayah bakalan membuat saya lebih banyak bermain karena banyak sekali orang Kongo di sana.”

“Karena ayah saya bersedia menanggung seluruh biaya bila saya pergi ke Rumania, maka pergilah saya ke Bucharest.”

Lema sendiri kemudian menikah dengan perempuan asal Rumania dan memiliki 2 anak yang lahir di Rumania.

Aime Lema, 45 tahun, kelahiran Kinshasha, Kongo adalah satu-satunya manajer klub sepak bola berkulit hitam di Rumania.

Aime Lema, 45 tahun, kelahiran Kinshasha, Kongo adalah satu-satunya manajer klub sepak bola berkulit hitam di Rumania.

Di laga pertamanya buat Fratia, Leima terlihat kecewa karena anak asuhannya hanya mampu memberikan hasil imbang, 1-1, melawan Stefimar yang komposisi pemainnya jauh lebih muda dan lebih fit.

Namun hal ini segera sirna karena usai laga, sang pemilik klub mengadakan acara barbekyu dengan memasak ayam dan ikan buat para pemain di pinggir lapangan. Semua pemain dan staf menyantap bersama hidangan yang ada sambil membahas persiapan buat pertandingan minggu depan.

“Kami adalah bersaudara. Ini karena kebanyakan dari kami sudah bermain bersama dan saling kenal dalam waktu yang cukup lama,” kata Leima.

Dan salah satu persiapan yang dibahas adalah mempersiapkan Mihailescu di starting line-up karena sang kiper utama cidera dan tak bisa main buat laga minggu depan.

“Saya bakal berlatih sepanjang hari dalam seminggu ke depan,” kata Mihailescu sambil meminum bir yang disiapkan sang pemilik klub. “Adalah impian saya untuk berada di lapangan bersama dengan para saudara saya.”

“Akhirnya saya menemukan rumah saya.”

mihailescu1

[Diceritakan ulang dari artikel berjudul “Built on Brotherhood, Club Lives Up to Name“, New York Times] 

Related Posts
Sepakbola Ini Tak Masuk Akal
Ditulis oleh Adri Zainuddin.Sepakbola, permainan yang dimainkan oleh 22 orang pemain di dalam 1 lapangan. Tambah 1 orang wasit yang dibantu 2 hakim garis. Semua mengejar 1 bola yang sama. ...
READ MORE
Selamat Tahun Baru 2014!
Tak terasa kita saat ini sudah berada di tahun yang baru, 2014. 365 hari telah bersama kita lewati di tahun 2013. Dan semoga kita semua mendapatkan pembelajaran dan bisa menjadi ...
READ MORE
SELAMAT TAHUN BARU 2012!Begitu isi pesan singkat yang kita semua terima beberapa hari terakhir ini. Berpuluh pesan singkat masuk ke ponsel-pintar ini dalam hitungan menit di malam pergantian tahun. Beragam ...
READ MORE
Benarkah Konsumen Adalah Raja?
Beberapa hari yang lalu kami menghadiri sebuah seminar pemasaran bertajuk “Service With A Heart”. Tampil sebagai pembicara adalah Bapak Alex Mulya, praktisi marketing; dan Ibu Noni S.A. Purnomo, Vice President Business Development ...
READ MORE
Tendang Politisi Dari Sepakbola Indonesia
Tulisan ini adalah pandangan pribadi penulis tentang kondisi sepakbola Indonesia. Di suatu siang usai jam sekolah, di era Orde baru,  Saya dan beberapa teman SD Saya melihat rombongan pendukung salah satu ...
READ MORE
Belanda vs Argentina, Piala Dunia 1974. [sumber: flickr]
Di era sepakbola modern ini, menurut saya ada 2 filosofi bermain yang cukup menonjol. Dan keduanya saling bertolak belakang. Yaitu filosofi yang dianut oleh Josep 'Pep' Guardiola (ball possession) dan ...
READ MORE
Kabut Peperangan Yang Menutupi Old Trafford.
[image source: flickr/tcountryfan] Oksigen semakin menipis, dan bernafas pun, menjadi suatu hal yang sulit. Suara gemuruh memekakkan telinga. Genderang mulai ditabuh dan kabut peperangan semakin tebal. Semua yang berada di sana ...
READ MORE
Peran ‘The Game Theory Model’ Dalam Tendangan Penalti
Benarkah seorang kiper berada dalam kondisi tak berdaya saat tendangan penalti? Apa itu ‘The Game Theory’? Di bulan Mei 2010, seorang akademisi dari Universitas New York bernama Bruce Bueno de Mesquita meramalkan ...
READ MORE
Nike Brand Activation (Part 2)
Ini adalah bagian kedua dari tulisan sebelumnya yang berjudul Nike Brand Activation (Part 1). Kampanye ‘Scorpion KO’ adalah salah satu dari Integrated Marketing Communicaitons (IMC) Nike yang melibatkan konsumen berinteraksi di dalamnya. ...
READ MORE
Mengelola Komunitas Suporter
Sebuah catatan ringan betapa pentingnya kelompok suporter bagi sebuah klub dari segi marketing.Bagi penggemar otomotif, khususnya kendaraan beroda dua, kegiatan touring atau berkendara bersama-sama teman ke sebuah tempat yang belum ...
READ MORE
Sepakbola Ini Tak Masuk Akal
Selamat Tahun Baru 2014!
Catatan Awal Tahun: 2011 Tahunnya Dualisme & Resolusi
Benarkah Konsumen Adalah Raja?
Tendang Politisi Dari Sepakbola Indonesia
Total Football 1974: Off The Ball Pressing
Kabut Peperangan Yang Menutupi Old Trafford.
Peran ‘The Game Theory Model’ Dalam Tendangan Penalti
Nike Brand Activation (Part 2)
Mengelola Komunitas Suporter