Kisah Klub Yang Dibangun Dengan Persaudaraan, Bukan Dengan Uang

Fratia sendiri berarti persaudaraan dalam bahasa Rumania. Sang pendiri klub, Constantin Zamfir, mantan pemain berusia 50 tahun dan karir tertingginya adalah bermain di divisi 2 Rumania, mendirikan Fratia di tahun  2001. Kemudia di tahun 2003, dia membeli sebidang tanah yang dulunya adalah sebuah pabrik yang ditinggalkan dan kemudian dijadikan markas sekaligus tempat Fratia dalam jalani laga kandang.

Zamfir menggandaikan rumahnya, memakai sebagian keuntungan dari bisnis pribadinya dan penghasilannya sebagai wedding singer dalam membiayai segala pengeluaran klub.

Zamfir dikenal sebagai pemilik klub yang bersedia lakukan apapun buat klubnya. Itu termasuk memperbaiki rumput lapangan, menjahit lubang di jala gawang hingga mengecat garis pinggir lapangan.

“Terlalu mahal bila saya harus membayar orang untuk mengerjakan itu semua,” kata Zamir sambil memotong rumput.

Dalam sebulan, biaya operasional Fratia adalah 1.000 euro (atau sama dengan sekitar Rp 15 juta, menggunakan kurs Rp 15 ribu). Ini termasuk penggunaan kamar mandi pemain, dimana dia sendiri turun langsung dalam pengerjaan sumur airnya, dan meratakan permukaan tanah dengan menambahkan pasir dan menanam rumput di sebagian besar area lapangan.

Constantin Zamfir, 50 tahun, sedang mengecat garis pinggir lapangan.

Constantin Zamfir, 50 tahun, sedang mengecat garis pinggir lapangan.

“Saya coba membuktikan bahwa kita bisa melakukan hal yang baik. Bukan dengan mencuri atau berbuat curang, namun dengan menjalin kebersamaan dan persaudaraan.”

Kebanyakan pemain Fratia tak memiliki banyak uang ataupun hal mewah lainnya sebagaimana layaknya pemain profesional.

“Oleh karena itu, saya merawat kambing dan ayam,” kata Zamfir sambil menunjuk kandang yang dibuatnya sendiri. “Saya akan memberikan hewan ternak yang ada kepada para pemain di akhir musim supaya mereka tetap bisa makan. Itulah prinsip yang saya coba terapkan di Fratia – saling berbagi.” 

Related Posts
Keberadaan 18 Klub ISL Musim 2012-2013 di Dunia Maya dan Media Sosial
Selamat datang Indonesia Super League musim 2013-2014! Kasta sepakbola tertinggi di tanah air kembali dengan optimisme dan format baru. Bila musim 2012-2013 ISL diselenggarakan dengan jumlah peserta 18 klub, maka ...
READ MORE
Benarkah Konsumen Adalah Raja?
Beberapa hari yang lalu kami menghadiri sebuah seminar pemasaran bertajuk “Service With A Heart”. Tampil sebagai pembicara adalah Bapak Alex Mulya, praktisi marketing; dan Ibu Noni S.A. Purnomo, Vice President Business Development ...
READ MORE
Belanda vs Argentina, Piala Dunia 1974. [sumber: flickr]
Di era sepakbola modern ini, menurut saya ada 2 filosofi bermain yang cukup menonjol. Dan keduanya saling bertolak belakang. Yaitu filosofi yang dianut oleh Josep 'Pep' Guardiola (ball possession) dan ...
READ MORE
Sepakbola Dan Jatuh Cinta
Seiring dengan berakhirnya perhelatan liga-liga di Eropa, mari kita tinggalkan sejenak lapangan hijau dan melihat sepakbola dalam bentuk yang lebih luas, cinta. Penulis-penulis roman sering berkata: Kita tidak bisa memilih kepada ...
READ MORE
Selamat Tahun Baru 2014!
Tak terasa kita saat ini sudah berada di tahun yang baru, 2014. 365 hari telah bersama kita lewati di tahun 2013. Dan semoga kita semua mendapatkan pembelajaran dan bisa menjadi ...
READ MORE
Mengukur Kesuksesan Keberadaan Klub ISL di Media Sosial
Di tulisan “Keberadaan 18 Klub ISL Musim 2012-2013 di Dunia Maya dan Media Sosial” tercatat klub Sriwijaya FC adalah klub dengan laman facebook resmi yang memiliki jumlah fans terbesar, yaitu ...
READ MORE
Peran ‘The Game Theory Model’ Dalam Tendangan Penalti
Benarkah seorang kiper berada dalam kondisi tak berdaya saat tendangan penalti? Apa itu ‘The Game Theory’? Di bulan Mei 2010, seorang akademisi dari Universitas New York bernama Bruce Bueno de Mesquita meramalkan ...
READ MORE
Jawaban apa yang akan anda berikan bila ditanya fungsi dari sebuah stadion sepakbola? Kita semua pasti sepakat bila disebut stadion adalah tempat menyaksikan sebuah pertandingan sepakbola. Tapi tahukah anda bahwa ...
READ MORE
Naturalisasi, Benarkah Yang Terbaik?
2 orang pemuda blasteran Belanda-Indonesia, Diego Michiels dan Ruben Wuarbanaran, baru saja memperoleh kewarganegaraan Indonesia mereka setelah lulus dalam proses naturalisasi di kantor Kemenkumham beberapa hari yang lalu. Mereka berdua ...
READ MORE
Catatan ringan tentang pemanfaatan kelompok suporter sebagai kendaraan politik di Indonesia.Dalam tulisan sebelumnya penulis sudah memaparkan betapa perlunya klub untuk mengelola kelompok suporter mereka. Karena kelompok suporter itu ibarat para ...
READ MORE
Keberadaan 18 Klub ISL Musim 2012-2013 di Dunia
Benarkah Konsumen Adalah Raja?
Total Football 1974: Off The Ball Pressing
Sepakbola Dan Jatuh Cinta
Selamat Tahun Baru 2014!
Mengukur Kesuksesan Keberadaan Klub ISL di Media Sosial
Peran ‘The Game Theory Model’ Dalam Tendangan Penalti
KEMANA HILANGNYA RASA AMAN ITU?
Naturalisasi, Benarkah Yang Terbaik?
Kelompok Suporter Sebagai Kendaraan Politik