KEMANA HILANGNYA RASA AMAN ITU?

Jawaban apa yang akan anda berikan bila ditanya fungsi dari sebuah stadion sepakbola? Kita semua pasti sepakat bila disebut stadion adalah tempat menyaksikan sebuah pertandingan sepakbola. Tapi tahukah anda bahwa sebuah stadion sepakbola bisa berfungsi lebih dari sekedar itu?

Pada saat kejadian bencana alam gempa di Yogya tahun 2006, Presiden SBY datang mengunjungi para korban gempa di tempat pengungsian di stadion Dwi Windu, kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kemudian di tahun 2010, saat gunung merapi meletus, lagi-lagi stadion sepakbola – stadion Manguwoharjo – dipakai sebagai tempat pengungsian.

Kenapa stadion sepakbola dipilih sebagai tempat penampungan para korban bencana alam?

Ada beberapa alasan. Diantaranya adalah keberadaan lapangan sepakbola yang luas dirasakan cukup mampu untuk menampung banyak orang. Dan bidang lapangan yang datar memudahkan dalam mendirikan tenda-tenda tempat para pengungsi berteduh. Terakhir, tribun penonton yang mengelilinginya dapat memberikan efek psikologis yang baik bagi para pengungsi. Tribun penonton ini ibarat ‘tembok pelindung’ mereka dari ancaman bahaya diluar sana.

Memberikan rasa aman tadi sepertinya makin lama makin terasa hilang tatkala kita berbicara tentang fungsi awal stadion sepakbola, tempat menyaksikan pertandingan sepakbola. Kini stadion sepakbola sudah menjadi tempat yang mengerikan buat sebagian orang. Bahkan menjadi ‘ladang pembantaian’ bagi 3 orang yang wafat hari minggu lalu (26 Mei 2012) di stadion GBK pada saat laga Persija-Persib.

3 orang pendukung Persija wafat usai dikeroyok sekelompok orang tak dikenal. Dugaan terakhir berdasarkan pemeriksaan polisi seperti yang ditulis kompasbola adalah ketiga korban yang kebetulan tak memakai atribut Persija saat itu disangka sebagai pendukung Persib. Sempat terjadi cekcok adu mulut yang kemudian disusul aksi pengeroyokan. Akibat pengeroyokan itu, korban alami luka parah di bagian belakang kepala. Satu korban meninggal di tempat. Dua lagi sempat dilarikan ke RSCM, namun nyawanya tak tertolong karena pendarahan yang cukup dalam.

Coba bayangkan. Hanya karena diduga pendukung kubu lawan lalu nyawa mereka dihabisi? Entah apa yang ada di kepala para oknum pembunuh tadi. Yang jelas mereka tidak layak disebut sebagai suporter. Perbedaan warna, logo maupun atribut kebanggaan sebuah tim yang kita bela bukanlah syarat untuk memulai melayangkan pukulan ataupun melempar batu ke kubu lawan. Biarkanlah perbedaan itu berada di sebatas penglihatan kita. Tak perlulah dibawa hingga menjadi sebuah ideologi berlebihan hingga merasa lebih superior dari yang lain.

Pihak kepolisian wajib mengusut tuntas dan menemukan para oknum pelaku pembunuhan ini. Para pelaku nantinya harus diproses secara hukum dan diganjar sesuai undang-undang dan aturan yang berlaku. Lalu di masa akan datang pihak kepolisian wajib meningkatkan kewaspadaannya saat bertugas DI SEMUA STADION SEPAKBOLA DI NEGERI INI. Tunjukkan bahwa polisi itu lebih dari sekedar ‘tukang stempel’ surat ijin pertandingan.

Karena hanya melalui penegakan hukum dan pengawasan di lapangan yang tegas, rasa aman itu bisa dikembalikan.

Related Posts
Nike Brand Activation (Part 2 – Final)
 Ini adalah bagian kedua dari tulisan sebelumnya yang berjudul Nike Brand Activation (Part 1).Kampanye ‘Scorpion KO’ adalah salah satu dari Integrated Marketing Communicaitons (IMC) Nike yang melibatkan konsumen berinteraksi di ...
READ MORE
Mengelola Komunitas Suporter
Sebuah catatan ringan betapa pentingnya kelompok suporter bagi sebuah klub dari segi marketing.Bagi penggemar otomotif, khususnya kendaraan beroda dua, kegiatan touring atau berkendara bersama-sama teman ke sebuah tempat yang belum ...
READ MORE
Benarkah Konsumen Adalah Raja?
Beberapa hari yang lalu kami menghadiri sebuah seminar pemasaran bertajuk “Service With A Heart”. Tampil sebagai pembicara adalah Bapak Alex Mulya, praktisi marketing; dan Ibu Noni S.A. Purnomo, Vice President ...
READ MORE
Perhelatan final sepakbola SEA Games semalam meninggalkan kesedihan yang teramat mendalam. 2 pendukung timnas tewas terinjak penonton lain saat hendak masuk ke dalam stadion Gelora Bung Karno.Untung tak dapat diraih, ...
READ MORE
Tendang Politisi Dari Sepakbola Indonesia
Tulisan ini adalah pandangan pribadi penulis tentang kondisi sepakbola Indonesia. Di suatu siang usai jam sekolah, di era Orde baru,  Saya dan beberapa teman SD Saya melihat rombongan pendukung salah satu ...
READ MORE
Peran ‘The Game Theory Model’ Dalam Tendangan Penalti
Benarkah seorang kiper berada dalam kondisi tak berdaya saat tendangan penalti? Apa itu ‘The Game Theory’? Di bulan Mei 2010, seorang akademisi dari Universitas New York bernama Bruce Bueno de Mesquita meramalkan ...
READ MORE
Sepakbola Ini Tak Masuk Akal
Ditulis oleh Adri Zainuddin.Sepakbola, permainan yang dimainkan oleh 22 orang pemain di dalam 1 lapangan. Tambah 1 orang wasit yang dibantu 2 hakim garis. Semua mengejar 1 bola yang sama. ...
READ MORE
Catatan ringan tentang pemanfaatan kelompok suporter sebagai kendaraan politik di Indonesia.Dalam tulisan sebelumnya penulis sudah memaparkan betapa perlunya klub untuk mengelola kelompok suporter mereka. Karena kelompok suporter itu ibarat para ...
READ MORE
SELAMAT TAHUN BARU 2012!Begitu isi pesan singkat yang kita semua terima beberapa hari terakhir ini. Berpuluh pesan singkat masuk ke ponsel-pintar ini dalam hitungan menit di malam pergantian tahun. Beragam ...
READ MORE
Nike Brand Activation (Part 1)
"IF YOU HAVE A BODY, YOU ARE AN ATHLETE"(Bila anda memiliki tubuh, maka anda adalah seorang atlet)Demikian Bill Bowerman, Nike co-founder, berkata. Kalimat ini berangkat dari observasi Bowerman - sebagai ...
READ MORE
Nike Brand Activation (Part 2 – Final)
Mengelola Komunitas Suporter
Benarkah Konsumen Adalah Raja?
Tragedi GBK.
Tendang Politisi Dari Sepakbola Indonesia
Peran ‘The Game Theory Model’ Dalam Tendangan Penalti
Sepakbola Ini Tak Masuk Akal
Kelompok Suporter Sebagai Kendaraan Politik
Catatan Awal Tahun: 2011 Tahunnya Dualisme & Resolusi
Nike Brand Activation (Part 1)