Keberadaan 18 Klub ISL Musim 2012-2013 di Dunia Maya dan Media Sosial

Kesimpulan

Mayoritas klub ISL musim lalu masih kurang memperhatikan pentingnya untuk menjangkau segmen usia muda melalui internet dan media sosial. Hal ini bisa dilihat dari masih banyaknya klub yang tak memiliki website resmi ataupun tak terintegrasinya antara website dan media sosial. Kalaupun memiliki website, sebetulnya masih bisa ditingkatkan baik secara materi, desain dan format.

Catatan penting lainnya adalah kurangnya inisiatif klub dalam merangkul komunitas suporter dalam mengelola aset digital mereka. Melihat fenomena akun media sosial yang dikelola komunitas suporter mampu memiliki jumlah pengikut lebih banyak, ini seharusnya dimanfaatkan pihak klub dengan mengajak mereka untuk terlibat dan berperan lebih dalam pengelolaan aset resmi digital klub.

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda punya pendapat lain atau pernah memiliki pengalaman seputar pengelolaan website dan akun media sosial klub Anda? Silahkan sampaikan di kolom komentar di bawah. 

Related Posts
Kabut Peperangan Yang Menutupi Old Trafford.
[image source: flickr/tcountryfan] Oksigen semakin menipis, dan bernafas pun, menjadi suatu hal yang sulit. Suara gemuruh memekakkan telinga. Genderang mulai ditabuh dan kabut peperangan semakin tebal. Semua yang berada di sana ...
READ MORE
Mengukur Kesuksesan Keberadaan Klub ISL di Media Sosial
Di tulisan “Keberadaan 18 Klub ISL Musim 2012-2013 di Dunia Maya dan Media Sosial” tercatat klub Sriwijaya FC adalah klub dengan laman facebook resmi yang memiliki jumlah fans terbesar, yaitu ...
READ MORE
Belanda vs Argentina, Piala Dunia 1974. [sumber: flickr]
Di era sepakbola modern ini, menurut saya ada 2 filosofi bermain yang cukup menonjol. Dan keduanya saling bertolak belakang. Yaitu filosofi yang dianut oleh Josep 'Pep' Guardiola (ball possession) dan ...
READ MORE
Sepakbola Dan Jatuh Cinta
Seiring dengan berakhirnya perhelatan liga-liga di Eropa, mari kita tinggalkan sejenak lapangan hijau dan melihat sepakbola dalam bentuk yang lebih luas, cinta. Penulis-penulis roman sering berkata: Kita tidak bisa memilih kepada ...
READ MORE
Jose Mourinho: The Special One.
Veni, vidi, vici. I came, I saw, I conquered. Aku datang, aku lihat, aku menang.Begitu Julius Caesar pernah berkata usai pertempuran Zela. Kala itu Julius Caesar hendak menyampaikan pesan kepada ...
READ MORE
Naturalisasi, Benarkah Yang Terbaik?
2 orang pemuda blasteran Belanda-Indonesia, Diego Michiels dan Ruben Wuarbanaran, baru saja memperoleh kewarganegaraan Indonesia mereka setelah lulus dalam proses naturalisasi di kantor Kemenkumham beberapa hari yang lalu. Mereka berdua ...
READ MORE
Catatan ringan tentang pemanfaatan kelompok suporter sebagai kendaraan politik di Indonesia.Dalam tulisan sebelumnya penulis sudah memaparkan betapa perlunya klub untuk mengelola kelompok suporter mereka. Karena kelompok suporter itu ibarat para ...
READ MORE
Fabio Capello, Bukan Orang Italia Biasa
Tulisan tentang Fabio Capello diambil dari biografinya yang ditulis oleh seorang jurnalis Italia bernama Gabrielle Marcotti berjudul ‘Capello - The Man Behind England’s World Cup Dream’. Inggris, Negara Kedua Setelah Italia "I ...
READ MORE
Jawaban apa yang akan anda berikan bila ditanya fungsi dari sebuah stadion sepakbola? Kita semua pasti sepakat bila disebut stadion adalah tempat menyaksikan sebuah pertandingan sepakbola. Tapi tahukah anda bahwa ...
READ MORE
SELAMAT TAHUN BARU 2012!Begitu isi pesan singkat yang kita semua terima beberapa hari terakhir ini. Berpuluh pesan singkat masuk ke ponsel-pintar ini dalam hitungan menit di malam pergantian tahun. Beragam ...
READ MORE
Kabut Peperangan Yang Menutupi Old Trafford.
Mengukur Kesuksesan Keberadaan Klub ISL di Media Sosial
Total Football 1974: Off The Ball Pressing
Sepakbola Dan Jatuh Cinta
Jose Mourinho: The Special One.
Naturalisasi, Benarkah Yang Terbaik?
Kelompok Suporter Sebagai Kendaraan Politik
Fabio Capello, Bukan Orang Italia Biasa
KEMANA HILANGNYA RASA AMAN ITU?
Catatan Awal Tahun: 2011 Tahunnya Dualisme & Resolusi