Keberadaan 18 Klub ISL Musim 2012-2013 di Dunia Maya dan Media Sosial

Kesimpulan

Mayoritas klub ISL musim lalu masih kurang memperhatikan pentingnya untuk menjangkau segmen usia muda melalui internet dan media sosial. Hal ini bisa dilihat dari masih banyaknya klub yang tak memiliki website resmi ataupun tak terintegrasinya antara website dan media sosial. Kalaupun memiliki website, sebetulnya masih bisa ditingkatkan baik secara materi, desain dan format.

Catatan penting lainnya adalah kurangnya inisiatif klub dalam merangkul komunitas suporter dalam mengelola aset digital mereka. Melihat fenomena akun media sosial yang dikelola komunitas suporter mampu memiliki jumlah pengikut lebih banyak, ini seharusnya dimanfaatkan pihak klub dengan mengajak mereka untuk terlibat dan berperan lebih dalam pengelolaan aset resmi digital klub.

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda punya pendapat lain atau pernah memiliki pengalaman seputar pengelolaan website dan akun media sosial klub Anda? Silahkan sampaikan di kolom komentar di bawah. 

Related Posts
SELAMAT TAHUN BARU 2012!Begitu isi pesan singkat yang kita semua terima beberapa hari terakhir ini. Berpuluh pesan singkat masuk ke ponsel-pintar ini dalam hitungan menit di malam pergantian tahun. Beragam ...
READ MORE
Mengukur Kesuksesan Keberadaan Klub ISL di Media Sosial
Di tulisan “Keberadaan 18 Klub ISL Musim 2012-2013 di Dunia Maya dan Media Sosial” tercatat klub Sriwijaya FC adalah klub dengan laman facebook resmi yang memiliki jumlah fans terbesar, yaitu ...
READ MORE
Nike Brand Activation (Part 2)
Ini adalah bagian kedua dari tulisan sebelumnya yang berjudul Nike Brand Activation (Part 1). Kampanye ‘Scorpion KO’ adalah salah satu dari Integrated Marketing Communicaitons (IMC) Nike yang melibatkan konsumen berinteraksi di dalamnya. ...
READ MORE
Peran ‘The Game Theory Model’ Dalam Tendangan Penalti
Benarkah seorang kiper berada dalam kondisi tak berdaya saat tendangan penalti? Apa itu ‘The Game Theory’? Di bulan Mei 2010, seorang akademisi dari Universitas New York bernama Bruce Bueno de Mesquita meramalkan ...
READ MORE
Mengelola Komunitas Suporter
Sebuah catatan ringan betapa pentingnya kelompok suporter bagi sebuah klub dari segi marketing.Bagi penggemar otomotif, khususnya kendaraan beroda dua, kegiatan touring atau berkendara bersama-sama teman ke sebuah tempat yang belum ...
READ MORE
Jose Mourinho: The Special One.
Veni, vidi, vici. I came, I saw, I conquered. Aku datang, aku lihat, aku menang.Begitu Julius Caesar pernah berkata usai pertempuran Zela. Kala itu Julius Caesar hendak menyampaikan pesan kepada ...
READ MORE
Kabut Peperangan Yang Menutupi Old Trafford.
[image source: flickr/tcountryfan] Oksigen semakin menipis, dan bernafas pun, menjadi suatu hal yang sulit. Suara gemuruh memekakkan telinga. Genderang mulai ditabuh dan kabut peperangan semakin tebal. Semua yang berada di sana ...
READ MORE
Tendang Politisi Dari Sepakbola Indonesia
Tulisan ini adalah pandangan pribadi penulis tentang kondisi sepakbola Indonesia. Di suatu siang usai jam sekolah, di era Orde baru,  Saya dan beberapa teman SD Saya melihat rombongan pendukung salah satu ...
READ MORE
Catatan ringan tentang pemanfaatan kelompok suporter sebagai kendaraan politik di Indonesia.Dalam tulisan sebelumnya penulis sudah memaparkan betapa perlunya klub untuk mengelola kelompok suporter mereka. Karena kelompok suporter itu ibarat para ...
READ MORE
Naturalisasi, Benarkah Yang Terbaik?
2 orang pemuda blasteran Belanda-Indonesia, Diego Michiels dan Ruben Wuarbanaran, baru saja memperoleh kewarganegaraan Indonesia mereka setelah lulus dalam proses naturalisasi di kantor Kemenkumham beberapa hari yang lalu. Mereka berdua ...
READ MORE
Catatan Awal Tahun: 2011 Tahunnya Dualisme & Resolusi
Mengukur Kesuksesan Keberadaan Klub ISL di Media Sosial
Nike Brand Activation (Part 2)
Peran ‘The Game Theory Model’ Dalam Tendangan Penalti
Mengelola Komunitas Suporter
Jose Mourinho: The Special One.
Kabut Peperangan Yang Menutupi Old Trafford.
Tendang Politisi Dari Sepakbola Indonesia
Kelompok Suporter Sebagai Kendaraan Politik
Naturalisasi, Benarkah Yang Terbaik?