Fabio Capello, Bukan Orang Italia Biasa

tumblr_inline_mrgs68b2Qz1qz4rgp

Tulisan tentang Fabio Capello diambil dari biografinya yang ditulis oleh seorang jurnalis Italia bernama Gabrielle Marcotti berjudul ‘Capello – The Man Behind England’s World Cup Dream’.

Inggris, Negara Kedua Setelah Italia

“I am very proud and honored to be the England manager. I have wanted this job for a longtime but, at this moment, my English is not so well and I prefer to answer in Italian”.

(Saya sangat bangga dan terhormat menjadi manajer timnas Inggris. Saya sudah menginginkan jabatan ini sejak lama tetapi saat ini Bahasa Inggris saya belum terlalu baik dan saya memilih untuk menjawab pertanyaan dengan Bahasa Italia).

Demikian kalimat resmi pertama Fabio Capello saat melakukan jumpa pers beberapa hari setelah dia diumumkan secara resmi oleh FA (Football Asociations: Asosiasi Sepakbola Inggris) sebagai manajer timnas senior Inggris. Terhitung sejak 14 Desember 2008, Fabio Capello bakal bertanggung jawab untuk membawa timnas senior Inggris untuk meraih sukses di Piala Dunia 2010.

Inggris bisa jadi adalah negara Eropa kedua, setelah Italia yang merupakan tanah kelahirannya, yang selalu berada dalam hatinya. Dia pernah mencetak gol ke gawang Inggris di Wembley kala menjadi pemain – ada sebuah pola pada diri Capello. Dia selalu mencetak gol ke gawang tim yang pernah atau bakal dia perkuat sebagai pemain atau manajer. Tulisan pertamanya tentang sepakbola adalah tentang Inggris. Dia pernah menulis tentang Keegan, Hoddle dan beberapa pemain Inggris lainnya. Bahkan dia juga pernah menulis tentang cara bermain Inggris yang sudah sangat ketinggalan jaman.

Maka ketika dia ditunjuk menjadi manajer timnas Inggris, itu ibarat sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. “I want to win The World Cup with England,” ucap Capello suatu ketika, kala dia masih menjadi manajer timnas Inggris.

Namun tulisan ini bukan hendak membahas atau bahkan meninjau ulang pencapaian Capello selama menjabat manajer timnas senior Inggris. Tapi tulisan ini mencoba mengajak pembaca untuk melihat seorang Capello dari sisi yang lain.

Seperti Apakah Seorang Fabio Capello?.

Bila ditanya seperti apa seorang Fabio Capello, maka jawaban yang paling sering muncul adalah: pekerja keras, serius, fokus, detail dan peduli terhadap hal-hal kecil. Tapi yang paling menonjol adalah sifat kerasnya. Dia tipe orang yang bila sudah menginginkan sesuatu maka bakal berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya. Capello dikenal sebagai seorang manajer yang mampu membuat pemilik klub tidak punya pilihan lain kecuali untuk menurutinya. Termasuk dalam pembelian pemain. Dia selalu mendapatkan pemain yang dia mau, sekalipun pemain tersebut terhitung sangat mahal. Seperti yang dia tunjukkan saat mendapatkan Gabriel Batistuta dari Fiorentina ke AS Roma.

Capello membutuhkan seorang penyerang dengan tipikal pembunuh dan juga bertenaga. Seorang striker yang sangat berbahaya di kotak penalti lawan. Pilihan jatuh pada Batigol. Tapi untuk mendapatkannya bukan perkara mudah. Pertama, Batigol adalah sudah menjadi ikon buat Fiorentina (bahkan warga Firenze membuatkan patung untuknya), sehingga butuh dana besar untuk membelinya. Kedua, AS Roma bukanlah klub berdana besar seperti Juventus atau duo Milan. Akhirnya dibuatlah sebuah rencana (atau lebih tepatnya konspirasi). Capello mengajak Franco Baldini, orang yang bertanggung jawab atas transfer pemain di AS Roma, untuk menghubungi Corriere Dello Sport – surat kabar olahraga ternama Italia berbasis di kota Roma – dengan tujuan membuat sebuah cerita bahwa AS Roma bakal merekrut bintang besar. Capello dan Baldini tahu bahwa koran butuh berita. Dan masyarakat bakal membeli koran dengan berita yang bombastis. Maka yang terjadi kemudian adalah Corriere memberitakan bahwa pemilik AS Roma bakal datangkan Batigol. Mendengar ini warga kota Roma kaget dan seakan tak percaya. Mereka bersuka cita. Sensi, sang Presiden klub dielu-elukan. Sensi senang akan situasi ini. “Berapa harga Batistuta, Saya akan bayar,” kata Sensi yang larut dalam euforiadianggap sebagai pahlawan dan Presiden klub yang sangat pemurah oleh warga kota Roma. Strategi Capello-Baldini berhasil. Dan Capello adalah otak dari segalanya.

Singkat cerita, 23.5 juta poundsterling dibayar AS Roma ke Fiorentina untuk seorang Batistuta yang saat itu berusia 30 tahun. Normalnya, Sensi hanya mau mengeluarkan uang kurang dari 10 juta poundsterling untuk pemain berusia 30 tahun!

Sifat keras kepalanya pun juga sering dia tunjukkan dalam hal pemilihan pemain di lapangan. Hingga kini mungkin banyak orang bertanya mengapa dia selalu memainkan Lampard dan Gerrard bersamaan. Hal yang sama pernah dia tunjukkan saat menjadi manajer Real Madrid di era Ramon Calderon. Dia membawa serta Emerson ke Santiago Bernabeu dari Delle Alpi. Untuk ukuran pemain seharga 16 juta euro, kontribusi Emerson – 30 tahun – tidak sepadan dengan nilai yang dibayarkan El Real. Sekalipun demikian Emerson adalah satu dari sedikit pemain, selain Cannavaro, yang bermain secara reguler. “Sebagai mantan pemain, Saya tahu rasanya bila manajer atau pelatih tetap mempercayai Saya. Itu membangun kepercayaan diri,” begitu kata Capello suatu ketika.

Namun kalimat tadi tidak berlaku buat David Beckham.

Bahkan saat Beckham menandatangani kontrak dengan LA Galaxy di bulan Januari 2006, Capello memastikan bahwa Beckham takkan bermain buat El Real hingga bulan Juni. Itu artinya hingga akhir musim. Capello yang sejak awal memang tak melihat Beckham dalam strategi permainannya (Capello awalnya beranggapan bahwa Beckham hanyalah sebuah sapi perah buat klub dalam hal penjualan merchandise) seperti menemukan alasan untuk menepikan Beckham. Menurutnya seorang pemain yang sudah menandatangani kontrak baru dengan klub lain, sudah tak lagi memiliki motivasi untuk klubnya saat ini.

Hingga sebuah momen yang membuatnya berubah pikiran.

Pada suatu ketika presiden klub, Ramon Calderon, diundang sebuah universitas untuk berbicara tentang Real Madrid sebagai sebuah entitas bisnis. Yang terjadi malahan dia berbicara soal internal klub. Terutama soal pemain. Dia menyebut bahwa pemain Real Madrid adalah sombong dan tak beretika. Mereka kurang berbudaya dan tak berpendidikan. Di antara nama-nama pemain yang dia sebut di antaranya adalah Guti, Casillas dan juga Beckham. Hanya saja yang Calderon tidak tahu adalah ternyata acara tersebut diliput secara langsung oleh sebuah stasiun radio. Menyebarlah secara cepat semua perkataan sang Presiden El Real ke seantero Spanyol. Juga ke telinga pemain. Dua hari kemudian para pemain meminta sang Presiden untuk menjelaskan hal tersebut. Awalnya, dalam pertemuan dengan para pemain, Calderon menepis anggapan bahwa dia menjelekkan pemain Real. Dia berdalih bahwa ada kesalahpahaman dalam mengartikan ucapannya. Hadir dalam pertemuan tersebut Fabio Capello bersama seluruh punggawa Real. Namun Capello lebih banyak diam. Para pemainlah yang sibuk mencecar sang Presiden. Terutama para pemain senior. Di sini Capello melihat sesuatu yang tidak dia rasakan sebelumnya. Para pemain terlihat menjadi suatu kesatuan. Mereka saling membela satu sama lain.

“Anda seorang pembohong. Dan Anda telah mengecewakan kami semua. Saya lebih menghormati Capello karena setidaknya dia lebih jujur dan terbuka tentang apa yang dia rasakan kepada pemain,” kata Beckham.

Capello sangat kaget melihat Beckham, pemain yang menurutnya sama sekali tidak berkepentingan lagi di klub karena baru saja menandatangani kontrak senilai 25.6 juta pounds setahun dengan LA Galaxy dan dianggap sudah kehilangan motivasi bersama Real. Yang dia lihat saat itu adalah Beckham sangat membela kepentingan rekan-rekannya. Usai pertemuan itu, Capello kembali memainkan Beckham. Terbukti manjur. Di pertandingan berikutnya melawan Real Sociedad, Beckham kembali mencetak gol melalui keahlian khususnya, tendangan bebas.

Akhirnya Beckham menjadi bagian kebangkitan El Real terutama menjelang akhir musim 2006-2007, hingga akhirnya berbuah manis. Gelar juara La Liga.

Apa Yang Bakal Terjadi Usai Timnas Inggris?.

Tak mudah untuk menjawab pertanyaan ini. Capello ibarat sebuah misteri yang tak mudah untuk dipecahkan.

“Saya takkan pernah menjadi manajer timnas Italia,” kata Capello ke Marcello Lippi. Kalimat yang mungkin bisa membuat patah hati banyak fans tim Azzurri. Kalimat barusan diucapkan Capello di tahun 2006, usai Italia menjuarai Piala Dunia 2006. Ini mirip seperti ketika dia berucap takkan pernah menjadi manajer Juventus. Kala itu dia masih menjabat manajer AS Roma. Apa yang terjadi kemudian? Dia memimpin Juventus meraih gelar scudetti dua musim berturut-turut, sebelum akhirnya gelar ini dicabut akibat skandal kasus calciopoli. “Sejauh yang Saya tahu, kami berusaha keras di atas lapangan atas gelar tersebut. Di luar itu, Saya tak peduli. Kami tetaplah sang juara,” komentar Capello soal gelar juara Juve yang dicabut.

Fabio Capello kala itu adalah penerus Marcello Lippi di Juventus yang memutuskan menjadi manajer timnas Italia.

Marcello Lippi bisa jadi adalah manajer Italia yang paling bisa disejajarkan dengan Capello di eranya. Dalam torehan prestasi pun keduanya tak jauh berbeda. Lippi meraih gelar juara liga sebanyak 5 kali, Capello punya 9 gelar. Keduanya sama-sama pernah juara Piala Champions. Lippi mencapai final 4 kali, Capello 3 kali. Tapi yang membedakannya adalah Lippi pernah meraih gelar juara Piala Dunia bersama Italia.

“Kamu tak tahu seperti apa rasanya meraih gelar juara Piala Dunia buat negaramu. Tak ada yang menyamakannya,” ucap Lippi ke Capello. Sambil menggelengkan kepala, Capello menjawab, “Saya takkan pernah merasa iri atas apa yang telah kau dapatkan bersama Italia. Sebagai orang Italia, saya bahkan berbahagia untuk itu. Tapi sekali lagi, saya takkan pernah melatih timnas Italia.”

“Kamu memang bukan seperti orang Italia kebanyakan. Kamu bukan orang Italia biasa” Kata Lippi menutup pembicaraan. 

Related Posts
Peran ‘The Game Theory Model’ Dalam Tendangan Penalti
Benarkah seorang kiper berada dalam kondisi tak berdaya saat tendangan penalti? Apa itu ‘The Game Theory’? Di bulan Mei 2010, seorang akademisi dari Universitas New York bernama Bruce Bueno de Mesquita meramalkan ...
READ MORE
Kabut Peperangan Yang Menutupi Old Trafford.
[image source: flickr/tcountryfan] Oksigen semakin menipis, dan bernafas pun, menjadi suatu hal yang sulit. Suara gemuruh memekakkan telinga. Genderang mulai ditabuh dan kabut peperangan semakin tebal. Semua yang berada di sana ...
READ MORE
Nike Brand Activation (Part 1)
"IF YOU HAVE A BODY, YOU ARE AN ATHLETE" (Bila anda memiliki tubuh, maka anda adalah seorang atlet) Demikian Bill Bowerman, Nike co-founder, berkata. Kalimat ini berangkat dari observasi Bowerman - sebagai ...
READ MORE
Keberadaan 18 Klub ISL Musim 2012-2013 di Dunia Maya dan Media Sosial
Selamat datang Indonesia Super League musim 2013-2014! Kasta sepakbola tertinggi di tanah air kembali dengan optimisme dan format baru. Bila musim 2012-2013 ISL diselenggarakan dengan jumlah peserta 18 klub, maka ...
READ MORE
Elja Ngangkring, Bentuk Dukungan Nyata Fans Ke Klub.
Klub asal Yogyakarta, PSS Sleman membuka unit usaha baru yang disebut Elja Ngangkring pada Senin (2/9) malam lalu bertempat di jalan Damai, Sleman. Dalam siaran pressnya disebutkan bahwa Elja Ngangkring ...
READ MORE
Mengukur Kesuksesan Keberadaan Klub ISL di Media Sosial
Di tulisan “Keberadaan 18 Klub ISL Musim 2012-2013 di Dunia Maya dan Media Sosial” tercatat klub Sriwijaya FC adalah klub dengan laman facebook resmi yang memiliki jumlah fans terbesar, yaitu ...
READ MORE
Kisah Klub Yang Dibangun Dengan Persaudaraan, Bukan Dengan Uang
Akhir pekan lalu saya membaca kisah sebuah klub divisi 4 liga Rumania, ASF Fratia. Dikisahkan bahwa klub ini menerapkan persamaan dan menerima siapapun tanpa memperdulikan latar belakang, suku, agama, dan ...
READ MORE
Nike Brand Activation (Part 2)
Ini adalah bagian kedua dari tulisan sebelumnya yang berjudul Nike Brand Activation (Part 1). Kampanye ‘Scorpion KO’ adalah salah satu dari Integrated Marketing Communicaitons (IMC) Nike yang melibatkan konsumen berinteraksi di dalamnya. ...
READ MORE
Selamat Tahun Baru 2014!
Tak terasa kita saat ini sudah berada di tahun yang baru, 2014. 365 hari telah bersama kita lewati di tahun 2013. Dan semoga kita semua mendapatkan pembelajaran dan bisa menjadi ...
READ MORE
SELAMAT TAHUN BARU 2012!Begitu isi pesan singkat yang kita semua terima beberapa hari terakhir ini. Berpuluh pesan singkat masuk ke ponsel-pintar ini dalam hitungan menit di malam pergantian tahun. Beragam ...
READ MORE
Peran ‘The Game Theory Model’ Dalam Tendangan Penalti
Kabut Peperangan Yang Menutupi Old Trafford.
Nike Brand Activation (Part 1)
Keberadaan 18 Klub ISL Musim 2012-2013 di Dunia
Elja Ngangkring, Bentuk Dukungan Nyata Fans Ke Klub.
Mengukur Kesuksesan Keberadaan Klub ISL di Media Sosial
Kisah Klub Yang Dibangun Dengan Persaudaraan, Bukan Dengan
Nike Brand Activation (Part 2)
Selamat Tahun Baru 2014!
Catatan Awal Tahun: 2011 Tahunnya Dualisme & Resolusi